Pasar buku bekas dan murah di Jalan Semarang (think Pasar Senen), Surabaya, baru direlokasikan. Nggak jauh, tetap di Jl. Semarang sendiri (tepatnya seberang no. 76), di lahan seluas 2500 meter persegi. Depannya memang nggak terlalu kelihatan, tapi lahannya sendiri cukup luas, cuma memang karena tanahnya sendiri bekas kerokan sungai, di siang hari di Surabaya yang terkenal teriknya itu baunya bisa amboi semerbaknya. Belum kalau hujan. Pavingnya juga belum beres dan banyak kardus di mana-mana, sementara jangka waktunya cukup mepet.
Kira-kira ada 70-an gerobak, tapi baru 40-an yang masuk, itu sudah cukup berdesak-desakan. Sebenernya sih niat paguyuban PKL buku Semarang, tempat ini mau dikembangkan jadi semacam “Kampung Ilmu”, dengan taman baca dan balai untuk atraksi-atraksi hiburan & budaya.
Tapi gosip punya gosip, lahan ini awalnya buat pasar burung; ada kemungkinan para pedagang buku bekas ini sekedar “dibuang” ke sana karena ga ada tempat lain, dan bakal tetap dijadikan satu dengan pasar burung. Kalau emang bener terjadi, silahkan dibayangin aja deh baca (”mencerdaskan bangsa”? Ntar yang dari pasar burung protes mereka kan melestarikan (?!) fauna berbulu Indonesia huehehehe) dan cari buku murah ditemani pup dan flu burung.
Di satu sisi saya melihat pihak-pihak yang optimis dengan idealisme-idealisme dan “cerita-cerita inspirational” dari pengalaman pribadi, di sisi lain saya melihat wajah-wajah kosong, di tengah-tengah saya melihat conflicts of interests berenang-renang dalam fatamorgana berebutan jagung. Seperti berada dalam Crimson Gold (Hi Pierrot!) meskipun 100% sadar bahwa tulisan mendramatisir kewajaran menjadi absurditas, dan sebaliknya. Seperti kata Project P: Ih seubeul aku… beunci aku…
PS: Maap potonya ndak jelas, foto pake henpon, jadi nikmati aja ear candy di bawah
Download