Ayam dengan Plum | Marjane Satrapi, 2004
Posted January 21, 2009 by c2o library | 2 Comments
Setelah sukses dengan Persepolis and Bordir (keduanya diterbitkan oleh Gramedia, meski setahu saya, terakhir Persepolis ditarik dari peredaran karena isu menyinggung agama), Marjane Satrapi kembali menghibur pembaca dengan Ayam dengan Plum, sebuah komik biografis mengenai kakeknya, musisi terkenal Iran Nasser Ali Khan, yang melalaikan hidupnya karena musik dan cinta.
Ketika Nasser Ali Khan menyadari bahwa instrumen tar kesayangannya rusak, dia mengisolasi dirinya, terus berbaring di ranjang, dan menolak untuk berinteraksi, menolak untuk hidup, tanpa mempedulikan permohonan keluarganya. Seiring dengan berjalannya waktu, Ali Khan semakin menarik diri, dan memori dan imajinasi menghantui pikirannya.
Sejujurnya saya merasa Persepolis dan karya Satrapi overrated — Epileptik oleh David B. jauh lebih bagus (dengan terjemahan yang juga lebih bagus) dan lebih pantas dikenal, dan Gramedia wajib menerbitkan karya David B. yang lain seperti Nocturnal Diaries, atau Rabbi’s Cat karya Joann Sfar — tapi paling tidak Ayam dengan Plum mempunyai kekayaan lapisan dan nuansa yang tidak tampak di Bordir. (Saya sering membandingkan karya Satrapi dengan film-film Iran, tapi mari kita bahas lain kali saja.) Selain itu, cerita Ayam dengan Plum yang agak halusinatoris menggugah pembaca dengan cara yang berbeda dengan Persepolis. (Bukannya membela klise “tortured artist” sebagai lebih berharga daripada Tehran Sex in the City, tapi jujur saja Bordir tidak sebanding dengan Persepolis ataupun Ayam dengan Plum.)
Satu hadiah untuk C2O dari Anitha Selvia a.k.a. Tinta.
Judul: Chicken with Plums (Ayam dengan Plum)
Pengarang: Marjane Satrapi
Penerbit: Gramedia
Bahasa: Indonesia
Rating: Dewasa
Call No.: K SAT Aya
About c2o library: Located at the heart of Surabaya, C2O is a small library with more than 4000 books and 900 arthouse & classic films that encourages dynamic learning and activities.
Email this author | Visit author's website | All posts by c2o library







…haha Kat aku belum baca Persepolis..
David B emang lebih gila!
January 22, 2009 at 00:37
Ntar ta’kasih filenya :D Dulu diterbitin Gramed trus ditarik…. takut menyinggung agama :p;;; BTW kita baru dapet lho Persepolis terbitan Resist Books hehehe…
January 22, 2009 at 01:35